Yuk Berkenalan Dengan Pesona Air Terjun Coban Pelangi

Ketika berkunjung ke Malang belum puas rasanya, tanpa mengunjungi objek wisata air terjun. Mulai dari Coban Rondo, Coban Nirwana hingga Coban Tundo, yang masing- masing memiliki daya pikat tersendiri. Salah satunya ialah pesona Coban Pelangi, yang terbilang unik sebab percikan air yang jatuh mengeluarkan berbagai warna seperti pelangi. Hal inilah yang menjadi alasan menamai air terjun dengan embel-embel Pelangi. Biasanya pengunjung akan membludak saat musim liburan.

Masih Satu Lokasi dengan Taman Nasional Bromo

Wisata air terjun ini berada di desa Gubluk Kalah, sekitar Kecamatan Ponco Kusumo di Kabupaten Malang. Air terjun terletak di ketinggian 1.400 meter diatas permukaan laut, jadi tidak heran apabila kawasan ini sangat dingin. Suhu udara bisa mencapai 19 derajat celcius, akan lebih rendah lagi saat memasuki musim hujan. Lokasi wisata dikelola oleh Perum Perhutani Malang dan masih menjadi bagian dari kawasan Taman Nasional Bromo.

Tempat wisata yang sangat indah dan memberikan suasana yang menenangkan. Menghibur kejenuhan para pengunjung, dan istirahat sejenak dari aktivitas harian. Untuk masuk kawasan air terjun ini harga tiketnya terbilang sangat murah. Namun pemandangan yang disuguhkan tidaklah murahan. Bisa dibilang diantara wisata air terjun yang ada di Malang, ini adalah yang terindah. Sebab menampilkan pesona yang  benar-benar tiada duanya.

Daya tarik air terjun terletak pada percikan airnya, yang mampu mengeluarkan berbagai warna bak pelangi. Pengunjung bisa menyaksikan keunikan ini sekitar pukul 10 pagi hingga 12 siang, ketika cuaca sedang sangat cerah. Pada saat itulah sinar matahari masuk dan membias diantara cipratan air terjun, sehingga menciptakan momen cantik sepanjang sejarah wisata air. Fenomea inilah yang menjadi dasar mengapa dinamakan air terjun Coban Pelangi.

Kawasan wisata dikelilingi oleh pepohonan hijau, yang membuat suasana sekitar air terjun terasa sejuk. Saat pertama kali menginjak pintu masuk, pengunjung akan disambut dengan satwa liar yang dibebaskan oleh pihak pengelola. Namun tidak perlu khawatir sebab satwa-satwa tersebut sudah dijinakkan. Satu lagi yang menambah kawasan semakin menarik, kicaun burung yang menenangkan seakan anda berada di alam bebas yang luas.

Bila pengunjung datang saat sore hari, fenomena unik tersebut sudah tidak terjadi lagi. Berganti dengan kabut yang menyelimuti sekitar air terjun, sehingga menghalangi cahaya yang masuk ke sela-sela air terjun. Jika cuaca sedang buruk pengunjung disarankan tidak mendekat ke area air terjun, sebab rawan terjadi banjir. Namun tetap bisa mengelilingi kawasan wisata, dan mengunjungi spot-spot yang sudah disediakan.

Tidak cukup sampai disitu kepuasan yang ditawarkan, pengunjung bisa bermain air di sekitar tepian objek wisata air. Sembari menikmati kuliner yang dijual di warung sekeliling kawasan, atau duduk santai di pendopo yang disediakan. Waktu liburan ke tempat ini sangat cocok dihabiskan bersama keluarga atau para sahabat. Rehat sejenak sambil menikmati quality time yang sangat jarang bisa didapatkan.

pexels.com

Ada Jembatan Cinta saat Menuju ke Kawasan Air Terjun

Untuk menyaksikan keindahan panorama di Coban Pelangi bisa dibilang tidak mudah. Trek perjalananan ke lokasi melewati berbagai rintangan, harus melewati jalan menanjak, sempit hingga berkelok. Apalagi jalanannya licin dan juga rawan terjadi longsor tiba-tiba. Jadi para pengunjung dihimbau untuk esktra berhati-hati. Namun segala kelelahan saat menuju area air terjun akan terbayar dengan panorama alam yang masih natural.

Setelah memasuki pintu masuk dan memakirkan kendaraan, pengunjung masih harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer untuk sampai ke kawasan air terjun. Anda perlu banyak persiapan khususnya fisik dan mental, sebab akan melaui banyak jalan setapak yang naik turun dan cukup terjal. Sudut kemiringannya mencapai 45 derajat, dan cukup licin karena banyak batu-batu berlumut.

Di tengah perjalanan menuju Coban Pelangi pengunjung akan melewati jembatan bambu, melintang dengan cukup eksotis. Jembatan ini biasanya digunakan pengunjung untuk menyebrangi sungai, bagi anda yang suka berswa foto bisa mengambil foto ditempat ini. Sering pula disebut Jembatan Cinta karena sering dilalui pasangan muda-mudi, yang melewati jembatan sambil bergandengan tangan.

Dari jembatan tersebut gemuruh air terjun sudah mulai terdengar, menandakan destinasi yang dituju sangat dekat. Mungkin disini langkah kaki anda bisa dipercepat, agar segera sampai ke tujuan. Jalan setapak yang dilalui berbentuk undakan dengan pembatas bambu, jadi dihimbau tidak perlu terburu-buru agar tidak terpeleset. Ketika sudah sampai pada puncak air terjun, anda bisa melihat air terjun yang turun membentuk seperti satu garis lengkung pada ujung tebing.

pexels.com

Rute yang Dilalui Menuju Air Terjun Pelangi

Coban Pelangi bisa ditempuh selama 3 jam dari kota Malang, mengambil rute Malang-Pasar Tumpang-Desa Gubuk Klakah dengan menggunakan kendaraan pribadi. Jika naik kendaraan umum berangkatnya dari Terminal Arjosari. Setelah itu dilanjut dengan naik angkot ke Pasar Tumpang. Pengunjung bisa menyewa Jeep untuk meneruskan perjalanan dari Pasar Tumpang ke Desa Gubuk Klakah. Lokasi air terjun berada di sebelum persimpangan desa Jemplang, jalur tanjakan untuk naik ke Gunung Bromo.

Apabila berangkat dari desa Cemorolawang Bromo, maka bisa ambil rute perjalanan dari Desa Ngadisari-Cemorolawang-Jemplang-Desa Gubuk Klakah. Perjalanan akan ditempuh dalam waktu kurang lebih 90 menit. Biasanya jika menggunakan jasa wisata open trip bromo, sudah menjadi satu paket wisata saat berkunjung ke Bromo. Menurut pengalaman wisatawan yang pernah berkunjung, anda akan disambut dengan pemandangan alam yang menarik dan sangat mengasyikkan.

Jalur menuju Coban Pelangi sudah diaspal, meskipun sedikit menanjak sebelum memasuki Desa Gubuk Klakah. Kondisi jalan tidak terlalu lebar sehingga hanya pas diisi untuk dua kendaraan roda empat. Bahkan setelah melewati Desa Gubuk Klakah jalanan mulai menyempit dan berkelok. Oleh sebab itu pengunjung harus lebih berhati-hati, dan mempersiapkan kendaraan dalam peforma baik.

Lokasi air terjun terletak 32 kilometer dari kota Malang, dengan jarak tempuh yang lumayan dekat. Untuk harga tiket masuk juga tergolong murah, anda cukup membayar sekitar 6 ribu rupiah per orang. Dari pintu masuk anda harus menempuh perjalanan sekitar satu kilometer, bisa ditempuh dengan berjalan kaki hingga sampai ke objek wisata yang dituju. Yang terpenting anda selalu menjaga kawasan lingkungan tersebut, dan tidak meninggalkan sampah.

 

 

Scroll to top